Cerita Mesum Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku

Posted on
omi88

Cerita Mesum Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku – Namaku Arman sebagai anak laki-laki yang sedikit bandel. Kalau di rumah malas untuk belajar dan kedua orang tuaku selalu menyuruhku untuk belajar, saat jam pelajaran di sekolah usai. Rutinitas seperti ini membuatku sangat bosen dan suntuk. Orang tua ku yang selalu uring-uringan menyuruhku untuk belajar. Saat ini saya menginjak usia 17 tahun yang duduk di bangku SMA kelas 3.

Cerita Mesum Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku

agen bola bonus deposit

agen poker online

bandar poker online

agen dominoqq agen bola tanpa deposit inibet188

Cerita Ngentot Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku – Orang tua ku selalu kekeh untuk menyuruh ku belajar terus menerus , entah apa yang ada di pikran orangtua sehingga aku jadi tertekan begini. Hingga akhirnya orang tua ku capek mengingatkan aku terus menerus untuk belajar, karena pada saat aku di suruh belajar , aku selalu kabur dari rumah.
Beberapa hari kemudian saat aku pulang dari sekolah , aku melihat wanita bersama orang tua ku di ruang tamu yang sedang mengobrol.
Entah. . , apa ??

Aku gak tau apa yang di bicarakan mereka. Seperti biasa, selepas pulang dari sekolah aku bergegas ganti baju dan kabur dari rumah supaya tidak di suruh lagi orang tuaku untuk belajar. Seketika aku mau pergi dari rumah yang melewati mereka yang sedang ngobrol, aku di panggilnya sebentar sama Ibuku.
Ntah di suruh lagi dalam pikiranku. Lalu aku menghampiri nya dan di kenalkan sama wanita itu, yang ternyata adalah guru privatku !!
Astaga. . .!!

Begitu pusing aku mendengarnya dari ucapan ibuku. Namanya adalah Tante Mala. Sekilas Tante Mala orangnya enak di ajak ngobrol dan berwajah cantik dengan tubuh yang ideal. Pikiranku yang nakal seketika nurut aja ketika melihat Tante Mala. Karena di dalam pikiranku, langsung menerima getaran – getaran asmara terhadap Tante Mala.

Tante Mala yang kini berusia 24 tahun dengan tubuh yang tinggi, kulit bersih , dengan pantat yang berisi dan yang satu ini dengan payudara yang sekal.

‘Bah. . .. . .pinter kali orang tua ku ini memilih guru privat. . ..!!!!’ ucap ku dalam hati.
Saat itu semangat untuk belajar jadi berkobar dan semangat. Sebagai pelajar yang bandel dan malas belajar kini aku berbanding kebalik dengan datangnya bidadari montok yang muncul dari surga. Seringlah aku dan Tante Mala di rumah yang kebetulan tiap harinya orang tua ku pergi keluar kota untuk memantau proyek nya.
Aku jadi akrab dengan guru privatku ini , tante Mala. Dan lama-lama aku jadi deket dengan nya semenjak aku di tinggal orang tua ke luar kota.

Di rumah pun kalau orang tuaku sedang pergi dan tidak ada yang mengawasi, aku dan tante Mala menonton TV atau film. Aku senang sekali di temani dengan Tante Mala.
Orang tuaku yang terus sibuk untuk mencari uang dan sering banget pergi keluar kota. Sehingga aku dan Tante Mala jadi akrab saja, sampai-sampai kami tak ada batasan antara murid dengan guru.
Kalo capek waktu mengajar, kami sering tiduran di satu tempat tidur bersama. Dan Tante Mala sepertinya sudah tidak risih lagi terhadapku.

Nah. . . pada saat itu Tante Mala yang sedang berganti baju di toilet dengan pintu terbuka, aku melihat di depan mata ku sendiri dengan separuh telanjang. Dan aku suka menangkap basah Tante Mala yang sedang dengan tubuh polosnya tanpa kain di depan kaca selepas mandi.
Tante Mala sudah menganggap rumah ku sebagai rumahnya juga dan aku sih tak masalah dan senang-senang saja.

Karena dengan kedatangan Tante Mala, aku jadi betah di rumah saja. Saat kejadian selepas mandi, aku jadi hafal saja dengan tingkah Tante Mala dengan melilitkan handuk dan setelah itu handuk nya pasti di gantungkan deket pintu kamar mandi.

Tapi terkadang aku suka menangkap basah Tante Mala lagi berpolos tubuhnya mematut di depan kaca sehabis mandi.
Beberapa kali kejadian aku jadi hapal kalo setiap habis mandi Tante pasti masuk mengaca di cermin deket kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk dan sesampai di ruang santai sebagian handuk kecilnya pasti ditanggalkan. Beberapa kali kejadian aku membuka kamar mandi dan Tante yang nggak dikunci.
Aku kepergok Tante Mala masih dalam keadaan tanpa sehelai benang sedang bengong dan dudukan di taman halaman belakang.

Ntah apa yang sedang di pikirkannya. Lama-lama aku sengajain aja setiap selesai Tante mandi beberapa menit kemudian aku pasti pura-pura nggak sengaja buka pintu dan pemandangan indah terhampar di mata liarku. Sampai suatu ketika, mungkin karena terdorong nafsu birahi menjadi nafsu yang liar.
Saat melihat Tante sedang rebahan di sofa ruang belakang kasur tanpa pakaian. Matanya terpejam sementara tangannya menggerayang tubuhnya sendiri sambil sedikit mendesah dan merintih.
Aku sedikit kaget di balik tembok , tante menikmati nya dan aku melihat pemandangan itu. Lama aku menikmati pemandangan itu.

Kontolku jadi berdiri tegak di balik celana pendekku.
‘Aduh. . . inikah pertanda kalo abg sedang birahi?’ Dalam hatiku.
Aku terlena dengan melihat pemandangan Tante Mala yang semakin hot menggeliat-geliat dan merintih ke enakan.
Tanpa sadar tanganku memegang dan meremas-remas kontolku sendiri yang menjadi tegang. Tiba-tiba aku seperti pengen ngecriit dan
“Aahh. . .. “

Terasa nikmat sekali saat ngecriiiit.. .. Aku pun bergegas ke kamar mandi yang berada dikamarku seiring Tante Mala yang lemas terkapar di atas sofa. Kejadian seperti itu jadi pemandanganku setiap hari.
Lama-lama aku jadi bertanya-tanya. Apakah mungkin ini disengaja sama Tante Mala?
Dari keseringan melihat pemandangan ini rupanya otakku merekam kalau wanita cantik itu adalah wanita yang lebih dewasa dan Hot.

Wanita yang sudah berumur dan cantik di mataku terlihat sangat sexy dan sangat menggairahkan birahiku. Saat siang sepulang aku dari sekolah aku langsung ke kamarku.
Dan tiduran sebentar dikamar. Kemudian bebarapa jam kemudian seperti biasa.
Tante Mala datang kerumah untuk bimbingan belajarku. Dengan kedatangan Tante Mala yang berbusana seksi segera ku suruh masuk saja di dalam kamarku.

Cerita Panas Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku – Kuberanikan diri untuk menyuruhnya masuk dan Tante Mala tidak menolak dengan ajakanku untuk masuk kedalam kamar. Lalu Tante Mala juga pingin tidur di sebelahku.
Kalau selama ini aku hanya berani melihat Tante Mala dari balik pintu kali ini tubuh cantik tanpa busana bener-bener berada di depanku. Ku pelototi semua lekukan tubuh Tante Mala.
Aduuuhh, burungku bereaksi keras, menyentak-nyentak ganas.

Tanpa kusadari, mungkin terdorong nafsu yang nggak bisa dibendung, langsung kuberanikan tanganku mengusap paha Tante Mala… pelan… pelan.
Tante Mala tidak menolak dengan tindakanku dan hanya diam saja, mungkin dia juga menantikan momen-momen seperti ini.

Aku pun semakin berani dan kini kedua tanganku semakin nekad menggerayang tubuh indah Tante Mala. Kuremas-remas dadanya yang mekar dan dengan naluri laki-laki di sertai pengalaman dari film Bokep.
Aku bertindak lebih lanjut dengan mengisap puting susu Tante. Tante masih diam, aku makin berani saja.
Fantasi film bokep yang sering aku tonton bersama temen-temen, aku copot seluruh pakaianku dan burung perkasa ku dengan laparnya akan memangsa. Aku tiduran di samping Tante sambil memeluk erat.
Aku sedikit sadar dan ketakutan ketika Tante akan menolak dengan ajakanku yang menjadi liar ini. Dan tiba-tiba Tante Mala menatapku dengan pandangan tajam.

“Kenapa Man? Kok kamu jadi telanjang gini ?” tanya Tante.
“Maaf Tante, Arman gak kuat. . !!“
“Habisnya nafsu banget liat Tante yang seksi gitu” jawabku takut-takut.
“Kamu mulai nakal ya” kata Tante sambil tangannya memelukku erat.
“Ya udah Tante juga pengen peluk kamu, udah lama Tante nggak dipeluk”

Tak ku sangka-sangka tiba-tiba Tante mencium bibirku. Dia mengisap ujung lidahku, lama dan dalam, semakin dalam. Aku bereaksi, insting ku sebagai laki-lakit ulen terpacu. Aku membalas ciuman Tante Mala yang cantik dan seksi.
Semuanya berjalan begitu saja tanpa direncanakan.
Lidah Tante kemudian berpindah menelusuri tubuhku.
“Kamu sudah lumayan dewasa ya Man, gak apa-apa kan kamu Tante perlakukan seperti ini”. gumam Tante disela telusuran lidahnya.

“Punya kamu juga sudah besar, lebih keras dan tegang”, cerocos Tante lagi.
Aku hanya diam menahan geli dan nikmat. Tante lebih banyak aktif menuntun (atau mengajariku). Kontolku lalu dijilatin Tante Mala. Ini membuat aku nggak tahan karena kegelian yang di buatnya.
Lalu punyaku dikulum Tante. .. Oh indah sekali rasanya, lama aku dikerjain Tante cantik seperti ini. Tante kemudian tidur telentang, mengangkangkan kaki dan menarik tubuhku agar tiduran di atas tubuh indahnya.
Tante Mala kemudian memegang punyaku, mengocoknya sebentar dan mengarahkan ke selangkangan Tante. Aku hanya diam saja. Terasa punyaku sepertinya masuk ke meki Tante Mala tapi aku tetep diam aja sampai kemudian Tante Mala menarik bokongku dan sedikit menekan.
Berasa banget kalo kontolku sudah masuk ke dalam mekinya Tante.
Pergesekan itu membuat merinding dan greeeng. .

Secara naluri aku kemudian melakukan gerakan maju mundur biar terjadi lagi gesekan lebih lanjut. Tante juga menggoyangkan pinggulnya.
Tante yang kulihat sangat menikmati bahkan mengangkat tinggi-tinggi pinggulnya sehingga aku seperti sedang naik kuda betina yang binal di atas pinggul Tante. Tiba-tiba Tante berteriak kencang sambil memelukku erat-erat,
“Arman. . ., Tante enak Man. . .” teriak Tante.
“Tante. . . . , Arman juga enak nih….”
“Mau muncrat juga….!!”

Aku merasakan sensasi dan fantasi yang lebih gila dari sekedar menonton Tante kemarin-kemarin. Aku lemes banget dan tersandar di tubuh mulus Tante Mala. Aku nggak tau berapa lama, rupanya aku tertidur dan Tante Mala juga.
Aku tersadar ketika Tante mengecup bibirku dan menggeser tubuhku dari atas tubuhnya.
Tante kemudian keluar kamar dengan melilitkan handuk, mungkin mau mandi. Aku pun menyusul Tante dalam keadaan telanjang.
Kuraba kontolku, dan lengket sekali , aku juga pengen mencucinya. Aku melihat Tante lagi mandi, pintu kamar mandi terbuka lebar seperti biasa.

Cerita Saru Tante Mala Montok Guru Private Seks Ku – “Uhh, tubuh Tante Mala itu memang indah sekali”.
Nggak terasa kontolku bergerak bangkit lagi. Dengan posisi kontolku yang menunjuk, aku segera berjalan ke kamar mandi menghampiri Tante.
“Tante , mau lagi dong kayak tadi”
“Eeeeenaaaaak……” kini aku yang meminta.

Tante memandangku dan tersenyum manis, manis sekali. Kamipun melanjutkan kejadian seperti di kamar. Kali ini Tante berjongkok sedikit lalu punyaku yang dari tadi mengacung aku masukkan ke meki Tante yang memerah dan sedikit pliket.

Kudorong keluar masuk seperti tadi. Tante membantu dengan menyorokan bokongku dalam-dalam. Nggak berapa lama Tante mengajak berdiri dan dalam posisi berdiri kami saling memeluk dan punyaku menancap erat masuk kedalam di meki Tante. Aku menikmati ini, karena punyaku seperti dijepit dan di remas-remas.
Tante Mala lalu menciumku dan baru ku sadari kalau badan ku ternyata sama tinggi dengan Tanteku. Dalam posisi berdiri aku kemudian merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika cairan kental dari kontolku yang kembali menyembur sementara Tante mengerang dan mengejang sambil memelukku erat.

Kami sama–sama lemas dan setelah kejadian hari itu, aku selalu melakukan persetubuhan dengan Tante Mala. Hampir setiap hari sepulang sekolah. Lebih gila lagi kadang kami melakukan walaupun orangtauku pergi ke luar sebentar.
Sudah tentu dengan curi-curi kesempatan kalo orang tua ku pergi. Kehadiran orangtuaku di rumah seperti siksaan buatku karena aku nggak bisa melampiaskan nafsu seks terhadap Tante Mala.
Aku sangat menikmati dan aku senang kalo orang tuaku keluar kota untuk waktu lama. Tante juga seneng dan Tante terus melatih aku dalam beradegan seks.

Banyak pelajaran yang dikasih Tante Mala, mulai dari cara menjilati meki yang enak, cara mengisap payudaranya, cara menggenjot dan memompa yang baik. Pokoknya aku diajarkan bagaimana memperlakukan wanita dengan enak.
Aku sadar kalo aku menjadi hebat karena Tante Mala.

Sekitar 6 bulan lebih aku menjadi pemuas Tante Mala. Aku bahkan jatuh cinta dengan Tante Mala dan nggak sedetik pun aku mau berpisah dengan Tante Mala ku kecuali saat aku sedang bersekolah. Di kelas pun aku selalu memikirkan Tante Mala, pengen cepet pulang dan untuk bimbingan belajar.

Aku jadi nggak pernah bergaul lagi sama temen-temen. Sebagai cowok yang lumayan cakep, banyak temen cewek yang suka mengajak aku jalan tapi aku nggak tertarik tuh. . .
Aku selalu teringat Tante Mala yang justru aku akan tertarik kalo melihat Bu Guru Tika yang umurnya sama dengan Tante Mala.

Aku tertarik juga saat melihat Bu Gea tetanggaku dan temen Tante Mala. Tapi percintaan dengan Tante hanya berlangsung selama 6 bulan saja.
Tante Mala yang di cut sama orang tuaku, karena sedikit tidak senang dengan perilakunya. Orang tua ku merasa tidak puas dengan pelayanan bimbingan beljar kepadaku. Namun aku begitu puas dan sangat menikmatinya dengan bimbingan belajarnya.

Aku sangat berdosa dan bersalah , kenapa aku tidak mempertahankannya dan mengadu sama orangtuaku untuk tetap membingbing belajarku.
Orangtuaku tau kalo hubunganku dengan Tante Mala deket. Selama ini orangtua ku tau kalo aku sangat deket dengan Tante Mala.

Orang tuaku senang karena orangtuaku mengira aku senang dengan Tante Mala dan menganggapnya sebagai Tante sendiri. Padahal kalau orangtuaku tau apa yang terjadi selama ini. Aku merasa berdosa terhadap orangtuaku yang dibohongi selama ini.
Tapi semua apa yang diberikan Tante Mala, kasih sayang, cinta dan pelajaran seksnya sangat membekas di pikiranku. Sampai saat ini aku terobsesi dengan apa semua yang dimiliki Tante Mala dulu.
Aku sangat mendambakan wanita seumur Tante, secantik Tante, sebaik Tante dan hebat di ranjang seperti Tante Mala itu. Ku sadari sekarang kalo aku sangat senang bercinta dengan wanita matang dan semua berawal dari situ.

Incoming search terms:

  • www ceritamontok com (8)
  • ceritangentotmbakmontok (1)
agen bola tanpa deposit inibet188